Dari Asma’ binti Yazid al-Anshariyyah, ia datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat beliau berada di tengah-tengah Sahabatnya seraya mengatakan: “Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah. Aku utusan para wanita kepadamu. Ketahuilah -diriku sebagai tebusanmu- bahwa tidak seorang wanita pun yang berada di timur dan barat yang mendengar kepergianku ini melainkan dia sependapat denganku. Sesungguhnya Allah mengutusmu dengan kebenaran kepada kaum pria dan wanita, lalu kami beriman kepadamu dan kepada Rabb-mu yang mengutusmu. Kami kaum wanita dibatasi; tinggal di rumah-rumah kalian, tempat pelampiasan syahwat kalian, dan mengandung anak-anak kalian. Sementara kalian, kaum pria, dilebihkan atas kami dengan shalat Jum’at dan berjama’ah, men-jenguk orang sakit, menyaksikan jenazah, haji demi haji, dan lebih utama dari itu ialah jihad fii sabiilillaah. Jika seorang pria dari kalian keluar untuk berhaji, berumrah atau berjihad, maka kami memelihara harta kalian, membersihkan pakaian kalian, dan merawat anak-anak kalian. Lalu apa yang bisa membuat kami mendapatkan pahala seperti apa yang kalian dapatkan, wahai Rasulullah?” Mendengar hal itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh kepada para Sahabatnya, kemudian bertanya: “Apakah kalian pernah mendengar perkataan seorang wanita yang lebih baik daripada wanita ini dalam pertanyaannya tentang urusan agamanya?” Mereka menjawab: “Wahai Rasulullah, kami tidak menyangka ada seorang wanita yang men-dapat petunjuk seperti ini.” Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh kepadanya seraya berkata kepadanya: “Pergilah wahai wanita, dan beritahukan kepada kaum wanita di belakangmu bahwa apabila salah seorang dari kalian berbuat baik kepada suaminya, mencari ridhanya dan menyelarasinya, maka pahalanya menyerupai semua itu.” Kemudian wanita ini berpaling dengan bertahlil dan bertakbir karena gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.[7]
I believe there will be the time I meet you again. Someday insya Allah.
Really curious how have you been since last January. 잘 지냈습니까?
오랜만에 이 말을 못 했습니다. 보고 싶었습니다. 그리고 ㅅㄹㅇㅎㅂㄴㄷ…
A simple way to explain mass rapid transportation ^^
Traffic Reduction 101
Some places need no help to be breath-taking. Subhanallah. #islam #nofilter
If one does not spend one’s time for Allaah’s sake, then it is better to die. — Ibn al Qayyim (ad-Da’, p. 183)
(Source: ibnulqayyim, via beginwiths)
Ketika nanti akhirnya kita bertemu, yakinlah bahwa itu bukan kebetulan. Sebab bagaimanapun, langkah kita akan saling tertuju, langkahku ke arahmu, langkahmu ke arahku. — (via anhardanaputra)
(via chynatic)
Dijawab oleh al-Ustadz Abdul Azhim al-Ghoyami
Pertanyaan:
Assalamu’alaykum ust,
Afwan Ustadz, ana pernah mendengar bahwa musik dihalalkan ketika pesta walimah. Bila benar, mohon dijelaskan musik yang bagaimanakah yg diperbolehkan tersebut? Bagaimanakah bila musik tersebut adalah yang…
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”: DUHAI KEKASIHKU DUNIA AKHIRAT -
Duhai Lelaki Pilihan Allah Untukku….
Entah dengan apa ku harus menggambarkan segala rasaku padamu…
Tak cukup dengan untaian kata, dan barisan kalimat indah…
Tak mampu tergambar dengan pewarna apapun, semuanya terlalu indah…
Tak kan ada kanvas yang mampu membingkai semua warna tentangmu…
…
Crying when reading this..
Kesederhanaan awalnya memang tidak mencuri perhatian siapa pun, tapi itu malah yang akan selalu diingat orang lain. Dan kesederhanaan itu identik dengan kerendah-hatian. Seperti secangkir teh hangat tanpa gula, apalagi susu. Sementara sesuatu yang berlebihan itu mudah menguap - seperti minuman soda gembira. Membosankan. — Jadi, kamu itu teh atau soda? (via poeticonnie)
Sederhana. Sesederhana itu.
(via elhamidindasakrie)(via elhamidindasakrie)
I am really proud of you, W!